Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Raih Keberkahan Bulan Sya'ban dengan Perbanyak Amalan Sunnah

Sya'ban! Bulan Persiapan Menuju Ramadhan yang Penuh Keberkahan

Bulan Sya’ban merupakan salah satu bulan mulia dalam kalender Hijriah. Ia berada di antara dua bulan agung, Rajab dan Ramadhan. Meski sering kali luput dari perhatian, Rasulullah ﷺ justru memperbanyak ibadah di bulan ini. Sya’ban menjadi momentum penting untuk mempersiapkan diri secara ruhiyah, mental, dan amal sebelum memasuki Ramadhan.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Itulah bulan yang sering dilalaikan oleh banyak manusia, yaitu bulan antara Rajab dan Ramadhan. Bulan tersebut adalah bulan diangkatnya amal-amal kepada Rabb semesta alam, dan aku senang jika amalku diangkat dalam keadaan berpuasa.”
(HR. An-Nasa’i)

Lalu, apa saja amalan yang dianjurkan untuk dilakukan di bulan Sya’ban?


1. Memperbanyak Puasa Sunnah

Puasa sunnah merupakan amalan utama di bulan Sya’ban. Rasulullah ﷺ dikenal paling banyak berpuasa di bulan ini dibanding bulan-bulan lainnya selain Ramadhan.

Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata:

“Aku tidak pernah melihat Rasulullah ﷺ berpuasa sebulan penuh kecuali di bulan Ramadhan, dan aku tidak pernah melihat beliau lebih banyak berpuasa sunnah daripada di bulan Sya’ban.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Puasa Sya’ban menjadi latihan fisik dan spiritual agar tubuh dan jiwa siap menghadapi puasa Ramadhan.


2. Memperbanyak Istighfar dan Taubat

Bulan Sya’ban adalah waktu yang tepat untuk membersihkan diri dari dosa-dosa. Memperbanyak istighfar dan taubat membantu menyucikan hati sebelum Ramadhan tiba.

Allah SWT berfirman:

“Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung.”
(QS. An-Nur: 31)

Hati yang bersih akan lebih mudah menerima cahaya Al-Qur’an dan keberkahan Ramadhan.


3. Meningkatkan Tilawah Al-Qur’an

Para ulama salaf menjadikan bulan Sya’ban sebagai bulan persiapan membaca Al-Qur’an. Jika Ramadhan dikenal sebagai bulan Al-Qur’an, maka Sya’ban adalah waktu pemanasan untuk memperbanyak tilawah.

Membiasakan membaca Al-Qur’an di bulan ini akan menjadikan ibadah Ramadhan lebih konsisten dan bermakna.


4. Memperbanyak Shalawat kepada Nabi ﷺ

Bulan Sya’ban juga dikenal sebagai bulan shalawat. Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan.”
(QS. Al-Ahzab: 56)

Memperbanyak shalawat di bulan ini menjadi bentuk cinta kepada Rasulullah ﷺ dan sarana mendekatkan diri kepada Allah.


5. Menghidupkan Malam Nisfu Sya’ban dengan Ibadah

Sebagian ulama menganjurkan untuk memperbanyak ibadah pada malam Nisfu Sya’ban, seperti shalat sunnah, doa, dan dzikir, meskipun tidak dengan ritual khusus yang memberatkan.

Malam ini menjadi pengingat akan pentingnya introspeksi diri dan memohon ampunan kepada Allah SWT.


6. Memperbaiki Hubungan Sesama Manusia

Di bulan Sya’ban, amal manusia diangkat kepada Allah. Karena itu, penting untuk membersihkan hati dari dendam, iri, dan permusuhan.

Rasulullah ﷺ bersabda bahwa Allah mengampuni hamba-Nya di malam Nisfu Sya’ban kecuali orang yang bermusuhan dan yang menyekutukan Allah. Ini menjadi dorongan kuat untuk saling memaafkan dan memperbaiki silaturahmi.

Bulan Sya’ban adalah bulan persiapan, bulan pembenahan, dan bulan peningkatan amal. Siapa yang memuliakan Sya’ban, insyaAllah akan lebih siap menyambut Ramadhan dengan hati yang bersih dan semangat ibadah yang kuat.

Mari manfaatkan bulan Sya’ban dengan memperbanyak puasa sunnah, istighfar, tilawah Al-Qur’an, shalawat, serta memperbaiki hubungan dengan sesama. Semoga Allah SWT mempertemukan kita dengan Ramadhan dalam keadaan terbaik.
Aamiin ya Rabbal ‘alamin. 🤲✨