Berita Duka : Ketua Umum PP Fatayat NU Margaret Aliyatul Maimunah Wafat
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un — kabar duka menyelimuti organisasi perempuan NU dan dunia perlindungan anak di Indonesia. Pada Minggu, 1 Maret 2026, Margaret Aliyatul Maimunah, yang menjabat sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU), telah menghembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta pada pukul 08.25 WIB.
Margaret, yang akrab dipanggil Liya, dikenal luas sebagai sosok pemimpin yang berdedikasi dalam pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Selain memimpin Fatayat NU — organisasi perempuan berbasis jam’iyah Nahdlatul Ulama yang berperan besar dalam gerakan sosial — beliau juga aktif mengemban amanah sebagai Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).
Kabar kepergian beliau pertama kali beredar melalui pesan berantai di platform pesan instan dan kemudian dikonfirmasi kebenarannya oleh sumber terkait. Pesan tersebut kemudian juga mengajak masyarakat untuk mendoakan almarhumah dengan membaca surat Al-Fatihah sebagai bentuk penghormatan terakhir.
Margaret meninggalkan seorang suami dan anak. Kehadirannya di berbagai lembaga sosial dan organisasi sudah sangat dirasakan oleh banyak pihak, terutama dalam upaya advokasi hak perempuan dan anak di berbagai tingkat masyarakat.
Sekilas Tentang Sosok Margaret Aliyatul Maimunah
Margaret Aliyatul Maimunah lahir pada 11 Mei 1979 dan adalah putri dari KH Mohammad Faruq dan Hj Lilik Chodijah. Ia juga merupakan cucu dari KH M Bisri Syansuri, seorang tokoh ulama dan salah satu pendiri Nahdlatul Ulama yang dihormati.
Pendidikan Margaret dimulai di Pesantren Denanyar, Jombang — dari tingkat dasar hingga tingkat menengah — sebelum kemudian melanjutkan studi di UIN Sunan Ampel Surabaya. Ia juga menuntaskan pendidikan pascasarjana di Universitas Indonesia dalam bidang Kajian Wanita, memperkuat dasar ilmiah sekaligus pemikirannya tentang isu gender dan sosial.
Minatnya pada organisasi sudah tampak sejak muda. Di bangku kuliah, Liya aktif di organisasi seperti OSIS, Pramuka, dan kemudian berlanjut ke organisasi mahasiswa seperti Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) serta Ikatan Putri-Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU). Pengalaman organisasi ini kemudian membawanya menjadi Sekretaris Umum hingga Ketua Umum PP IPPNU sebelum fokus pada Fatayat NU.
Dalam Fatayat NU, perjalanan organisasi Liya diawali sebagai Wakil Koordinator Bidang Ekonomi PP Fatayat NU, kemudian Sekretaris Umum, hingga akhirnya terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum PP Fatayat NU untuk periode 2022–2027 dalam Kongres ke-16 Fatayat NU di Palembang.
Selama masa kepemimpinannya, Fatayat NU dikenal aktif memperjuangkan isu-isu penting, termasuk pemberdayaan perempuan, pendekatan keagamaan yang inklusif, serta keterlibatan dalam isu perlindungan anak dan kesehatan perempuan.
Warisan & Pengaruh Sosok Margaret
Margaret bukan hanya dikenal sebagai pemimpin organisasi; beliau juga seorang peneliti dan penulis yang menghasilkan karya-karya tentang perempuan dan isu sosial. Bahkan di luar ranah organisasi, beliau memiliki pengalaman profesional sebagai tenaga ahli di berbagai komisi DPR RI yang membidangi sosial, agama, pendidikan, pemberdayaan perempuan, dan perlindungan anak.
Dedikasi dan kepeduliannya terhadap masyarakat menjadi bagian dari warisan yang akan terus dikenang oleh banyak pihak, terutama oleh komunitas perempuan dan anak yang selama ini menjadi fokus utama gerakannya.
