6 Macam Emosi dan Cara Mengelolanya Menurut Syariat Islam
Emosi adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Islam sebagai agama yang sempurna tidak menafikan keberadaan emosi, bahkan mengakuinya sebagai fitrah yang Allah tanamkan dalam diri manusia. Yang menjadi perhatian syariat bukanlah ada atau tidaknya emosi, melainkan bagaimana cara mengelolanya agar tetap berada dalam koridor iman dan akhlak.
Rasulullah ﷺ adalah teladan terbaik dalam mengelola emosi—beliau manusia yang paling lembut, namun juga tegas, penuh kasih, dan sangat terkendali dalam setiap perasaan.
Macam-Macam Emosi dalam Islam
Berikut beberapa emosi utama yang sering dialami manusia, beserta pandangan Islam terhadapnya:
1. Marah (Ghadab)
Marah adalah emosi yang paling berbahaya jika tidak dikendalikan.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Jangan marah.” (HR. Bukhari)
Cara mengelola marah menurut Islam:
-
Membaca ta’awudz: A‘ūdzu billāhi minasy-syaithānir rajīm
-
Mengubah posisi (dari berdiri ke duduk, lalu berbaring)
-
Berwudhu, karena marah berasal dari api
-
Diam dan menunda reaksi
-
Mengingat pahala menahan amarah
Allah berfirman:
“Orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain…” (QS. Ali ‘Imran: 134)
2. Sedih
Sedih adalah emosi yang manusiawi. Para nabi pun mengalaminya.
Namun Islam mengajarkan agar kesedihan tidak berubah menjadi keputusasaan.
Cara mengelola sedih:
-
Mengingat bahwa semua ujian bersifat sementara
-
Memperbanyak doa dan curhat kepada Allah
-
Menguatkan keyakinan bahwa Allah Maha Adil dan Maha Bijaksana
-
Mengisi waktu dengan amal shalih
Doa Nabi ﷺ:
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kesedihan dan kegundahan…” (HR. Abu Dawud)
3. Takut
Takut terbagi menjadi dua:
-
Takut terpuji: takut kepada Allah
-
Takut tercela: takut berlebihan kepada makhluk
Cara mengelola rasa takut:
-
Menanamkan tauhid yang kuat
-
Meyakini bahwa segala sesuatu terjadi atas izin Allah
-
Membaca dzikir pagi dan petang
-
Tawakal setelah ikhtiar
Allah berfirman:
“Karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku.” (QS. Ali ‘Imran: 175)
4. Cinta dan Kasih Sayang
Cinta adalah anugerah, namun harus diarahkan dengan benar.
Cinta yang benar menurut Islam:
-
Cinta karena Allah
-
Tidak melanggar batas syariat
-
Tidak membuat lalai dari kewajiban
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Cintailah kekasihmu secukupnya…” (HR. Tirmidzi)
5. Iri dan Dengki (Hasad)
Hasad adalah emosi negatif yang merusak hati.
Cara mengelola hasad:
-
Mengingat bahwa rezeki dibagi oleh Allah
-
Mendoakan kebaikan bagi orang lain
-
Bersyukur atas nikmat sendiri
-
Mengubah hasad menjadi ghibthah (ingin meniru kebaikan)
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Jauhilah hasad, karena hasad memakan kebaikan seperti api memakan kayu bakar.” (HR. Abu Dawud)
6. Gembira
Islam tidak melarang kegembiraan, namun melarang kegembiraan yang melampaui batas.
Cara mengelola rasa gembira:
-
Disertai rasa syukur
-
Tidak sombong atau merendahkan orang lain
-
Digunakan untuk mendekatkan diri kepada Allah
Allah berfirman:
“Bergembiralah dengan karunia Allah dan rahmat-Nya…” (QS. Yunus: 58)
Prinsip Umum Mengelola Emosi dalam Islam
-
Menguatkan iman dan tauhid
-
Meneladani akhlak Rasulullah ﷺ
-
Memperbanyak dzikir dan doa
-
Muhasabah diri secara rutin
-
Menjaga lisan dan perbuatan
-
Sabar dan ridha terhadap ketentuan Allah
Islam tidak mematikan emosi, tetapi mendidik emosi agar menjadi sarana mendekat kepada Allah, bukan sumber dosa dan kerusakan. Dengan memahami macam-macam emosi dan cara mengelolanya menurut syariat Islam, seorang muslim akan memiliki hati yang lebih tenang, jiwa yang stabil, dan akhlak yang mulia.
