Rangkaian Peristiwa Isra’ Mi’raj dan Pelajaran bagi Umat Islam
Peristiwa Isra’ Mi’raj merupakan salah satu mukjizat terbesar yang Allah SWT anugerahkan kepada Nabi Muhammad ﷺ. Peristiwa agung ini bukan sekadar perjalanan luar biasa Rasulullah ﷺ dalam satu malam, tetapi mengandung rangkaian kejadian penuh makna serta pelajaran mendalam bagi umat Islam sepanjang zaman.
Pengertian Isra’ Mi’raj
Isra’ adalah perjalanan Nabi Muhammad ﷺ dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsha di Palestina, sedangkan Mi’raj adalah perjalanan Nabi ﷺ dari Masjidil Aqsha menuju Sidratul Muntaha di langit tertinggi untuk menerima perintah langsung dari Allah SWT. Peristiwa ini terjadi dalam satu malam, atas kehendak dan kekuasaan Allah.
Rangkaian Peristiwa Isra’
Perjalanan Isra’ dimulai ketika Rasulullah ﷺ dijemput oleh Malaikat Jibril dengan kendaraan bernama Buraq, makhluk putih yang melaju sangat cepat. Dalam perjalanan menuju Masjidil Aqsha, Rasulullah ﷺ singgah di beberapa tempat penting, seperti Madinah, Bukit Sinai, dan Betlehem—tempat-tempat yang memiliki sejarah kenabian.
Setibanya di Masjidil Aqsha, Nabi Muhammad ﷺ melaksanakan shalat dua rakaat dan menjadi imam bagi para nabi dan rasul terdahulu. Peristiwa ini menegaskan kedudukan Rasulullah ﷺ sebagai penutup para nabi dan pemimpin umat manusia.
Rangkaian Peristiwa Mi’raj
Setelah Isra’, Rasulullah ﷺ melanjutkan perjalanan Mi’raj, naik menembus lapisan langit bersama Malaikat Jibril. Di setiap langit, Nabi ﷺ bertemu dengan para nabi:
-
Langit pertama: Nabi Adam AS
-
Langit kedua: Nabi Isa AS dan Nabi Yahya AS
-
Langit ketiga: Nabi Yusuf AS
-
Langit keempat: Nabi Idris AS
-
Langit kelima: Nabi Harun AS
-
Langit keenam: Nabi Musa AS
-
Langit ketujuh: Nabi Ibrahim AS
Puncak perjalanan Mi’raj adalah ketika Rasulullah ﷺ sampai di Sidratul Muntaha, tempat yang tidak dapat dijangkau oleh makhluk mana pun selain atas izin Allah. Di sinilah Rasulullah ﷺ menerima perintah shalat lima waktu, yang awalnya berjumlah lima puluh waktu, kemudian diringankan atas saran Nabi Musa AS hingga menjadi lima waktu dengan pahala tetap lima puluh.
Pelajaran dan Hikmah Isra’ Mi’raj bagi Umat Islam
-
Keimanan kepada Kekuasaan AllahIsra’ Mi’raj mengajarkan bahwa tidak ada yang mustahil bagi Allah SWT. Peristiwa luar biasa ini menguji keimanan umat Islam untuk percaya kepada perkara gaib.
-
Kedudukan Shalat sebagai Ibadah UtamaShalat adalah satu-satunya ibadah yang diperintahkan langsung oleh Allah tanpa perantara wahyu di bumi. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya shalat dalam kehidupan seorang Muslim.
-
Kesabaran dalam Menghadapi UjianIsra’ Mi’raj terjadi setelah Rasulullah ﷺ menghadapi masa sulit, termasuk wafatnya Khadijah RA dan Abu Thalib. Ini menjadi pelajaran bahwa setelah kesulitan, Allah akan memberikan pertolongan dan kemuliaan.
-
Persatuan Risalah Para NabiShalat Nabi ﷺ bersama para nabi di Masjidil Aqsha menegaskan bahwa ajaran Islam adalah kelanjutan dari risalah tauhid yang dibawa para nabi sebelumnya.
-
Pentingnya Akhlak dan KetaatanPerjalanan Mi’raj memperlihatkan balasan bagi orang-orang yang taat maupun yang durhaka, sebagai pengingat agar umat Islam senantiasa menjaga akhlak dan ketaatan kepada Allah.
Isra’ Mi’raj bukan sekadar kisah sejarah, tetapi pedoman spiritual yang mengajarkan keimanan, ketaatan, dan kesabaran. Dengan memahami rangkaian peristiwa Isra’ Mi’raj dan mengambil pelajarannya, umat Islam diharapkan semakin mantap dalam menjalankan shalat serta menguatkan hubungan dengan Allah SWT dalam setiap aspek kehidupan.
Semoga peringatan Isra’ Mi’raj menjadi momentum bagi kita semua untuk memperbaiki kualitas iman dan amal. Aamiin.

