Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

3 Modal Utama Menjadikan Sya’ban Pintu Masuk Bulan Ramadhan

Menjadikan Sya’ban Pintu Masuk Bulan Ramadhan

Bulan Sya’ban merupakan bulan penuh keberkahan dan kebaikan yang menjadi kesempatan terbaik bagi kaum Muslimin untuk mematangkan persiapan menyongsong datangnya bulan suci Ramadhan. Dalam khutbah Jumat yang ditulis oleh M. Tatam Wijaya — yang dimuat di NU Online Jombang — dijelaskan tiga modal utama yang harus disiapkan umat Islam di bulan Sya’ban agar menyambut Ramadhan secara optimal.

1. Keimanan yang Mantap

Yang pertama dan paling utama adalah memperkuat keimanan dan ketauhidan kepada Allah SWT. Ibadah puasa di bulan Ramadhan diperintahkan bagi mereka yang beriman, sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an: “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa…” (QS. Al-Baqarah [2]:183). Memantapkan iman sejak bulan Sya’ban akan menjadikan puasa dan ibadah di bulan Ramadhan lebih khusyuk dan istiqamah.

2. Kesehatan yang Prima

Modal kedua adalah menjaga kondisi kesehatan jasmani maupun rohani. Ibadah puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melibatkan kondisi fisik dan mental yang baik. Dalam literatur fiqh, kesehatan adalah salah satu syarat sahnya puasa; apabila sakit dan tidak mampu berpuasa, umat Islam boleh tidak berpuasa dan wajib menggantinya di lain waktu.

3. Perbekalan yang Cukup

Modal ketiga adalah menyiapkan perbekalan kebutuhan hidup. Karena di bulan Ramadhan fokus ibadah akan meningkat, menjaga stabilitas hidup sehari-hari menjadi penting. Dengan persiapan perbekalan sejak bulan Sya’ban, umat Muslim dapat lebih fokus dalam menjalankan ibadah di bulan Ramadhan tanpa terganggu urusan dunia.


Menguatkan Iman di Bulan Sya’ban

Di antara ketiga modal utama di atas, yang paling utama adalah keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Karena dua modal lainnya — kesehatan dan perbekalan — akan mampu diatasi jika seseorang memiliki iman yang kuat. Dengan iman yang kuat, seorang hamba akan tetap istiqamah menjalankan puasa dan ibadah bahkan di tengah keterbatasan fisik atau materi.

Berikut ini adalah beberapa cara yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW untuk memperkuat iman di bulan Sya’ban:

a. Tobat dan Membersihkan Diri

Seperti menyambut tamu agung, seorang Muslim dianjurkan membersihkan diri lahir dan batin menjelang Ramadhan. Membaca istighfar sangat dianjurkan, terutama di malam Nisfu Sya’ban, karena istighfar membersihkan hati, menghapus dosa, bahkan mendatangkan rezeki serta kelapangan jiwa. Hadis Rasulullah menyebut:
"Siapa saja yang membiasakan istighfar maka Allah akan menjadikan jalan keluar atas segala kesempitannya, memberikan kelapangan atas segala kesusahannya, serta memberinya rezeki dari jalan yang tak disangka-sangka." (HR. Abu Dawud)

b. Memperbanyak Puasa Sunnah

Rasulullah SAW memperbanyak puasa sunnah di bulan Sya’ban; bahkan Sayyidah ‘Aisyah menyatakan bahwa beliau lebih banyak berpuasa sunnah di bulan Sya’ban daripada di bulan lainnya selain Ramadhan. Hal ini juga berdasarkan sabda beliau:
"Puasa Sya’ban untuk mengagungkan Ramadhan." (HR. At-Tirmidzi) — yang menunjukkan kedudukan bulan Sya’ban sebagai momen spiritual penting sebelum Ramadhan.

c. Mendekatkan Diri kepada Allah & Mengingat Mati

Bulan Sya’ban adalah waktu ketika Allah menetapkan takdir kehidupan setiap jiwa. Rasulullah SAW mengingatkan hal ini dan menunjukkan pentingnya mendekatkan diri kepada Allah, misalnya melalui puasa dan amalan lain. Beliau bersabda bahwa beliau ingin ajal menjemputnya saat sedang berpuasa, menunjukkan keutamaan puasa sebagai bentuk kesiapan total kepada Allah.

Amalan lain yang dianjurkan di bulan Sya’ban antara lain adalah memperbanyak shalawat kepada Nabi SAW, berdzikir, membaca Al-Qur’an, bangun malam, bersedekah, dan berdoa memohon kebaikan agar usia sampai ke bulan Ramadhan.


Doa Penutup

Tulisan khutbah ini ditutup dengan doa:

“Allahumma barik lana fi Rajab wa Sya’ban wa ballighna Ramadhan.”
Artinya: “Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, serta sampaikanlah kami kepada bulan Ramadhan.”