Ilmu, Jalan Hidup, dan Barokah: Penentu Keselamatan Dunia dan Akhirat
Penentu Keselamatan Dunia dan Akhirat
Dalam perjalanan hidup manusia, ada tiga hal mendasar yang saling berkaitan dan tidak bisa dipisahkan: ilmu, jalan hidup, dan barokah. Ketiganya menjadi penentu apakah seseorang akan selamat dan bahagia, tidak hanya di dunia, tetapi juga di akhirat. Tanpa ilmu, manusia mudah tersesat. Tanpa jalan hidup yang benar, ilmu bisa kehilangan arah. Dan tanpa barokah, semua usaha bisa terasa hampa meski tampak berhasil.
Islam sebagai agama yang sempurna telah memberikan panduan jelas agar manusia mampu menjalani kehidupan secara seimbang, penuh makna, dan bernilai ibadah.
Ilmu: Cahaya Penuntun Kehidupan
Ilmu dalam Islam menempati kedudukan yang sangat mulia. Wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ adalah perintah membaca, sebuah isyarat bahwa ilmu adalah fondasi peradaban dan kunci pembuka kebaikan.
Allah SWT berfirman:
“Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.”(QS. Al-Mujadilah: 11)
Ilmu bukan sekadar pengetahuan akademik, tetapi mencakup ilmu agama yang membimbing akidah dan akhlak, serta ilmu dunia yang membantu manusia menjalani kehidupan dengan bijak. Dengan ilmu, seseorang mampu membedakan yang hak dan batil, yang bermanfaat dan yang mudarat, serta yang diridhai dan yang dimurkai Allah.
Tanpa ilmu, amal bisa keliru. Tanpa ilmu, niat baik bisa berujung pada kesalahan. Karena itu, para ulama menegaskan bahwa ilmu harus didahulukan sebelum berkata dan berbuat.
Jalan Hidup: Arah yang Menentukan Tujuan
Ilmu yang dimiliki seseorang akan sangat bergantung pada jalan hidup yang ia pilih. Jalan hidup adalah pilihan sikap, nilai, dan orientasi dalam menjalani kehidupan. Apakah hidup dijalani semata-mata untuk dunia, atau dijadikan sebagai ladang menuju akhirat.
Dalam Al-Qur’an, Allah SWT mengajarkan doa yang sangat fundamental:
“Tunjukilah kami jalan yang lurus.”(QS. Al-Fatihah: 6)
Jalan yang lurus (shirathal mustaqim) adalah jalan para nabi, orang-orang shalih, dan mereka yang mendapat nikmat Allah. Jalan ini menuntut konsistensi dalam ketaatan, kejujuran dalam muamalah, serta kesabaran dalam menghadapi ujian hidup.
Seseorang bisa memiliki ilmu tinggi, namun jika jalan hidupnya menyimpang dari nilai-nilai Islam, maka ilmu itu tidak akan membawa keselamatan. Sebaliknya, orang yang sederhana ilmunya tetapi lurus niat dan jalannya, sering kali lebih dekat kepada keselamatan dan keberkahan.
Barokah: Nilai Lebih dari Sekadar Hasil
Barokah adalah kebaikan yang Allah letakkan dalam sesuatu sehingga memberikan manfaat yang terus bertambah. Barokah tidak selalu identik dengan jumlah yang besar, tetapi dengan kebermanfaatan dan ketenangan.
Harta yang barokah membuat pemiliknya merasa cukup dan ringan untuk berbagi. Waktu yang barokah menjadikan hidup lebih produktif meski terasa singkat. Ilmu yang barokah melahirkan akhlak mulia dan amal shaleh.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya Allah itu baik dan tidak menerima kecuali yang baik.”(HR. Muslim)
Barokah lahir dari niat yang lurus, cara yang halal, dan tujuan yang benar. Ilmu yang dicari karena Allah, jalan hidup yang ditempuh sesuai syariat, dan amal yang dilakukan dengan ikhlas adalah pintu-pintu datangnya barokah.
Keterkaitan Ilmu, Jalan Hidup, dan Barokah
Ketiga unsur ini saling menguatkan. Ilmu membimbing manusia memilih jalan hidup yang benar. Jalan hidup yang benar akan mengantarkan pada barokah. Dan barokah akan menjaga ilmu dan amal agar tetap membawa kebaikan hingga akhir hayat.
Sebaliknya, jika salah satu hilang, maka keseimbangan hidup akan terganggu:
-
Ilmu tanpa barokah bisa melahirkan kesombongan.
-
Jalan hidup tanpa ilmu berisiko pada kesesatan.
-
Amal tanpa jalan yang lurus bisa kehilangan nilai di sisi Allah.
Karena itu, Islam tidak hanya mengajarkan untuk “berhasil”, tetapi untuk selamat — selamat iman, selamat amal, dan selamat tujuan hidup.
Keselamatan Dunia dan Akhirat
Keselamatan dunia ditandai dengan hidup yang tenang, bermakna, dan bermanfaat bagi sesama. Sementara keselamatan akhirat adalah ketika seseorang wafat dalam keadaan beriman dan mendapatkan ridha Allah SWT.
Allah SWT berfirman:
“Barang siapa yang Allah kehendaki kebaikan baginya, maka Dia akan memahamkan dia dalam urusan agama.”(HR. Bukhari dan Muslim)
Ilmu yang diamalkan, jalan hidup yang lurus, dan barokah yang menyertai itulah bekal utama menuju keselamatan sejati.
Penutup
Di tengah kehidupan yang serba cepat dan penuh tantangan, umat Islam perlu kembali menata orientasi hidupnya. Menuntut ilmu dengan niat yang benar, memilih jalan hidup yang diridhai Allah, dan senantiasa berharap barokah dalam setiap langkah.
Karena pada akhirnya, bukan seberapa tinggi pencapaian dunia yang akan ditanya, tetapi bagaimana ilmu digunakan, jalan hidup ditempuh, dan apakah keberkahan menyertai hingga akhir kehidupan.
Semoga Allah SWT membimbing kita dengan ilmu yang bermanfaat, meneguhkan kita di jalan yang lurus, dan melimpahkan barokah yang mengantarkan pada keselamatan dunia dan akhirat. Aamiin.
